Jurnal 3 Telur Orange – Temukan Cara Belajarmu

Jurnal 3 Telur Orange – Temukan Cara Belajarmu

Dongeng 3 – Merdeka Belajar

Alhamdulillaah sudah sampai pada dongeng ketiga. Seneng sekali didongengi sama Founder Ibu Profesional dan inspirasiku, Ibu Septi Peni.

Dongeng kali ini tentang Merdeka belajar, yang sudah dicetuskan sejak tahun 1922 oleh Ki Hajar Dewantara dalam buku Taman Siswa, yaitu:

“Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya berpikir, yaitu jangan selalu dipelopori atau disuruh-suruh mengakui pemikiran orang lain.”

Mulai hari ini konsep merdeka belajar aksn diterapkan lagi di kelas IIP tercinta ini. Horee… Yeay 🙂

Setiap dongeng di Kelas Bunda Cekatan ini selalu saya dengarkan berulang-ulang, biar paham betul dan bisa diaplikasikan ala diri dan keluargaku. 

Semakin sering mendapat dongeng dari Ibu, semakin mengerucut pula apa yang harus diprioritaskan untuk menjadi Bunda cekatan dan bahagia, harus dipilih mana yang bikin bahagia banget.

“Tidak semua yang membuat bahagia harus dikerjakan dalam satu waktu. Jangan sampai kita menjadi stres dalam kebahagiaan. Prioritaskan mana yang membuat bahagia dan bahagia banget.”

Mantap sungguh quotesnya.

Apa itu Merdeka Belajar?

Belajar tentang merdeka belajar bertujuan untuk menemukan diri sendiri. Pendidikan sejatinya membuat kita merdeka.

“Merdeka adalah tumbuh dan berkembang sesuai diri kita, bukan menyesuaikan dengan orang lain. Sehingga kalau kita bertemu dengan sumber ilmu itu menjadi referensi”

Merdeka belajar ketika:

  1. Tahu betul dirinya akan berkembang sesuai jati dirinya.
  2. Ingin perubahan: ingin berubah dimana, perlu ilmu apa, belajar, evaluasi diri berubah atau tidak.

Konsep Merdeka Belajar

Self regulated technique, yaitu: pembelajar mandiri, independen, tidak bergantung pada orang lain, akan mencari ilmu sampai tuntas, ada atau tidak ada guru tetap belajar.  

  1. Komitmen pada tujuan; mengapa kita perlu terampil di bidang itu
  2. Mandiri pada cara; cari cara belajar paling tepat untukku itu apa, jangan terjebak pada badai informasi seperti saat ini
  3. Refleksi diri; apa yang sudah bagus yang disampaikan oleh narsum?, apa yang bisa saya lakukan untuk membuat saya berubah saat ini/ esok?, sudah efektif belajar dengan cara ini?, apakah saya akan menggunakan cara lama?

Sehingga kita akan menjadi adaptif terhadap perubahan2 yang terjadi dalam proses pembelajaran. 

 

Permainan 3 – Temukan Cara Belajarmu

Sampailah di permainan ketiga, mencari telur orange. Di telur hijau sudah melacak kekuatan, telur merah menemukan ketrampilan, dan sekarang di telur orange menemukan gaya belajar.

Semakin mengerucut, langkah2 menyusun puzzle untuk menjadi kupu-kupu cantik, Bunda Cekatan yang bahagia banget.

Inilah konsep merdeka belajar versiku dan ilmu apa saja yang ingin saya kuasai selama belajar di Bunda Cekatan:

Semakin bersyukur, maka semakin bahagia. Semakin memahami diri, tidak bisa dibandingkan dengan orang lain. Inilah aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku. So easy, enjoy, excellent, and earn. 

Saya menjadi dokter, perantaranya melalui Program Beasiswa Kemenag RI di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka selesai kegiatan studi disana, saya diwajibkan untuk pengabdian di Pesantren asal dan ijazah ditahan oleh Kemenag RI. Pengabdian udah beres sampai tahun 2015 tapi sampai sekarang belum ambil ijazah.hehe

Pengabdian beres Saya diberi amanah untuk menjadi Penanggung Jawab Klinik Darul Arqam. Sejak saat itulah saya berniat ingin mendedikasikan diri untuk memajukan Klinik ini. Bismillaah, terus belajar upgrade skill dan siap menuju kupu-kupu yang cantik ya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *