Aku dan TB Care ‘Aisyiyah

Aku dan TB Care ‘Aisyiyah

Awal Mula Bergabung di TB Care ‘Aisyiyah

Sekembalinya ke Garut dan mengabdi di Darul Arqam membawa berkah tersendiri bagi saya, banyak membuka pintu kebaikan, salah satunya mengenal TB Care ‘Aisyiyah.

Awalnya saya diajak oleh Ibu Eni (Ustadzah di Darul Arqam dan aktif juga sebagai Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Garut) ke acara Training Kader Komunitas TB di Gedung Antares. Saya mengamati, dokumentasi kegiatan, dan silaturahmi dengan hadirin. Acaranya seru, ga monoton, banyak diselingi dengan ice breaking. Salah satu fasilitatornya adalah senior saya saat di Darul Arqam, Kang Aris Iskandar. Ini adalah kegiatan pertama TB Care ‘Aisyiyah di Garut.

Seminggu setelah kegiatan itu, saya ditawari untuk menjadi Koordinator Implementing Unit (IU) TB Care ‘Aisyiyah di Garut, semacam Panitia Pelaksana Kegiatan. Adapun laporan kegiatannya akan diserahkan ke Sub Recipient (SR) TB Care ‘Aisyiyah Jawa Barat.

Aha… saya pun terima tawaran ini, untuk menambah pengetahuan dan wawasan di bidang pemberdayaan masyarakat melalui program kesehatan. Sangat nyambung dengan profesi dokter. Wahana untuk meningkatkan kualitas diri menuju Five Star Doctor (WHO):

  1. Care provider 
  2. Decision maker
  3. Communicator
  4. Community leader
  5. Manajer

Mengenal Community TB Care ‘Aisyiyah

Profil

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah sejak tahun 2004 telah bergerak dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB) secara nasional, baik  berbasis  komunitas  maupun  pelayanan kesehatan dengan Strategi DOTS hingga kini terus berkomitmen dalam penanggulangan TB sebagai bagian perjuangannya.

‘Aisyiyah di kabupaten Garut mulai bergabung dalam program penanggulangan TB berbasis komunitas yang dinamakan Community TB Care ‘Aisyiyah sejak September 2012 sampai Desember 2013 sebagai Implementing Unit (IU) dari Sub Recipient (SR) Community TB Care ‘Aisyiyah Jawa Barat.

Mulai Januari 2014 – Februari 2018 ‘Aisyiyah kabupaten Garut mendapat kepercayaan menjadi Sub Sub Recipient (SSR) Community TB Care ‘Aisyiyah Kab. Garut dengan dukungan dana hibah The Global Fund. Dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Maret 2018 sampai sekarang kami menjalankan program penanggulangan TB secara mandiri/ swadaya melalui Komunitas Masyarakat Peduli TB (KMP TB) Garut Kota.

KMP TB adalah masyarakat yang tergabung dalam satu ikatan organisasi dan memiliki kepedulian terhadap berbagai upaya penanggulangan TB di lingkungan sekitarnya. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat sehat sejahtera yang peduli terhadap upaya penanggulangan TB secara mandiri, dalam rangka mencapai tujuan upaya penanggulangan TB secara optimal.

Tujuan, Visi, dan Misi

Tujuan :

Melibatkan dan mendorong masyarakat (komunitas) untuk peduli pada TB melalui peningkatan akses terhadap diagnosis dan pengobatan TB, penemuan suspek dan memastikan pengobatan TB sampai tuntas di UPK non pemerintah dan UPK Pemerintah.

Visi :

Penggerak terwujudnya infrastruktur Kesehatan non Pemerintah dan terwujudnya dinamika sosial yang mampu secara mandiri menanggulangi TB di Indonesia.

Misi :

  1. Melaksanakan da’wah bil-hal dg mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu
  2. Menggerakkan terwujudnya infrastruktur kesehatan non pemerintah dan dinamika sosial yang berkesinambungan dalam menanggulangi TB
  3. Menggerakkan masyarakat untuk peduli menanggulangi penyakit TB di keluarga dan komunitasnya
  4. Menggalang seluruh komponen masyarakat untuk berupaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB
  5. Mengurangi dampak sosial psikologis dan ekonomis akibat penyakit TB

Area Program dan Potensi Sumber Daya Manusia

Jumlah kecamatan di kabupaten Garut ada 42, yang menjadi area program ada 7  kecamatan intervensi Global Fund dan 2 kecamatan replikasi dengan sumber dana APBD 2015.

No Kecamatan Intervensi Program Jumlah Desa/Kelurahan
1 Kec. Garut Kota 11 kelurahan
2 Kec. Tarogong Kaler 7 desa 5 kelurahan
3 Kec. Tarogong Kidul 12 desa 1 kelurahan
4 Kec. Samarang 12 desa
5 Kec. Karangpawitan 16 desa 4 kelurahan
6 Kec. Wanaraja 8 desa
7 Kec. Cilawu 18 desa
8 Kec. Kadungora * 14 desa
9 Kec. Banyuresmi * 15 desa
Total  

* kecamatan replikasi dengan sumber dana APBD 2015

 Jumlah Kader dan Tokoh Agama :

Berdasarkan data terkahir tahun 2017, telah tercapai jumlah kader terlatih 124 orang, Toga terlatih sebanyak 20 orang. Dari angka tersebut, secara aktif, masing-masing kelompok melakukan Kegiatan Penyuluhan, pencarian suspek hingga terkadang menjadi PMO.

Nama Kecamatan Jumlah kader Jumlah Toga Total
Kec. Garut Kota 21 5 26
Kec. Tarogong Kaler 10 1 11
Kec. Tarogong Kidul 10 11 21
Kec. Samarang 6 3 9
Kec. Karangpawitan 9 0 9
Kec. Wanaraja 6 0 6
Kec. Cilawu 10 0 10
Kec. Kadungora * 35 0 35
Kec. Banyuresmi * 17 0 17

Selain itu kami juga melakukan pelatihan Pengawas Menelan Obat (PMO) pasien TB yang sudah dinyatakan TB BTA positif sebanyak 15 orang per triwulan. Tenaga medis di Klinik swasta yang berstrategi DOTS juga diikutsertakan dalam Pelatihan DOTS tingkat nasional, sudah ada 2 dokter, 6 perawat, dan 2 analis terlatih.

Kegiatan yang Sudah Dilakukan

No Jenis Kegiatan
1 Meeting Dinkes
2 Meeting dengan Kecamatan
3 Meeting HIV CSO
4 Training Kader Komunitas TB-HIV
5 Training Pengawas Menelan Obat (PMO)
6 Advokasi Toga/ Toma
7 Penyuluhan TB kepada masyarakat oleh Kader TB Komunitas dan Toga
8 Pencarian suspek
9 Pemberian bantuan transport u suspek tidak mampu
10 Monev kader
11 Pemberian reward kader
12 Supervisi SSR ke kecamatan
13 Home visit
14 Gebyar World TB Day
15 Pelatihan Pasien Supporter dan Pemberian Nutrisi Pasien TB MDR

 Advokasi

SSR Kab Garut memiliki capaian advokasi sebagai berikut:

  1. Bedah Rumah Pasien TB BTA positif di Desa Langensari Kec. Tarogong Kaler kerjasama dengan YAHINTARA tahun 2015
  2. Pelatihan kader TB sebanyak 2 paket dari dana dana APBD 2015
  3. Pencanangan Kampung Pajagalan sebagai Kampung Siaga TB tahun 2016
  4. Surat Edaran Bupati Garut No. 440/602/Kesra tentang Dukungan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis untuk para Camat se Kabupaten Garut tahun 2017
  5. Surat Instruksi Bupati Garut No. 440/603/Kesra tentang Dukungan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis untuk Kepala Dinas Kesehatan Kab. Garut dan Kepala Bappeda Kab. Garut tahun 2017
  6. Bedah Rumah Pasien TB BTA positif di Kel. Kota Wetan Kec. Garut Kota kerjasama dengan YAHINTARA tahun 2017
  7. Pencanangan Garut Kota sebagai Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah pecontohan QaryahThayyibah, terkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan TB tahun 2017

MoU dengan Berbagai Pihak

SSR Kab Garut telah melakukan MOU dengan berbagai pihak di Kab. Garut, diantaranya:

  1. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut
  2. LazisMu Garut
  3. Pimpinan Daerah Persistri dan Pimpinan Cabang Muslimat Garut
  4. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Garut
  5. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Garut
  6. Tim Pembina PKK Garut
  7. Garut Family Care (GFC)
  8. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung di Garut
  9. Klinik Yasyfa dan Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara (YAHINTARA)
  10. Pramuka
  11. Dharma Wanita
  12. Fundraising dari Pengajian Mingguan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Garut, Fave Hotel, Rumah Cinta, Herlinang Catering, Liwet Instan 1001, Hj. Yayah Kusnariah, Hj. Tieneke, Radio Antares FM

Itulah garis besar tentang TB Care ‘Aisyiyah Garut… Untuk foto-foto kegiatan dan dokumen best practisenya akan saya share di tulisan selanjutnya ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *