Audiendi dengan Wabup Berbuah Replikasi Area Program TB Care ‘Aisyiyah Garut Melalui Dana APBD

Audiendi dengan Wabup Berbuah Replikasi Area Program TB Care ‘Aisyiyah Garut Melalui Dana APBD

Audiensi dengan Wakil Bupati Garut

Berbekal pengalaman selama 2 tahun menjalankan program Community TB Care ‘Aisyiyah (CTCA), pada tanggal 2 Oktober 2014 kami Tim SSR CTCA beserta LSM HIV (KPA dan PKBI) didampingi oleh Kabid Pengendalian Penyakit beserta Kasie Pemberantasan Penyakit dan Pengendalian Penyakit Menular bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Garut yang juga seorang dokter, dr. H. Helmi Budiman untuk menyampaikan kiprah program CTCA yang sudah kami jalankan dan menyampaikan aspirasi agar program ini dapat direplikasi di kecamatan lainnya dengan dukungan dana APBD.

Alhamdulillaah beliau mengapreasi positif kinerja Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Garut dengan program CTCA nya. “Untuk penanggulangan TB tidak dapat dilakukan oleh salah satu sektor saja (Pemerintah dalam hal ini diwakili Dinas Kesehatan-red) tapi harus dibantu oleh semua pihak, termasuk ormas seperti ‘Aisyiyah ini. Bagus ‘Aisyiyah sudah bergerak untuk penanggulan TB di masyarakat.” Ungkapnya.

Beliau juga meminta kami membuat Rancangan Anggaran Belanja (RAB) untuk diajukan ke Dinas Kesehatan, mudah-mudahan tahun 2015 dapat alokasi APBD untuk replikasi program ini. Alhamdulillaah gayung bersambut. Kami pun langsung menyusun RAB Replikasi Program untuk tahun 2015. Adapun kegiatan yang diajukan berupa kegiatan-kegiatan yang tidak didukung dana Global Fund seperti sosialisasi TB dan pelatihan tokoh agama/ tokoh masyarakat di lembaga mitra (Muslimat, GOW, Persistri), pelatihan kader untuk pimpinan cabang ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah di Kecamatan Selaawi dan Banyuresmi, penyuluhan TB kepada masyarakat di Kecamatan Selaawi dan Banyuresmi, monitoring evaluasi bagi toga/ toma dan kader yang sudah dilatih, serta reward untuk kader yang berhasil merujuk suspek. Dengan total RAB Rp. 73.506.000.

Suasana audiensi tim SSR CTCA, LSM HIV, dan Dinkes Garut dengan Wabup Garut

Proposal Diterima

Seminggu kemudian kami kirimkan RAB tersebut ke Dinas Kesehatan sambil banyak berdo’a semoga RABnya diterima dan dapat direalisasikan dengan baik.

Alhamdulillaah setelah beberapa bulan menunggu, pada triwulan III 2015 kabar baik itu datang. CTCA mendapatkan kepercayaan dari Dinas Kesehatan untuk mengadakan perluasan wilayah (replikasi) program ke Kecamatan Kadungora, Banyuresmi dan Bayongbong. Pemilihan wilayah ini ditentukan oleh Dinas Kesehatan dengan pertimbangan jumlah angka kasus.

Sebagai langkah awal akan dilaksanakan Pelatihan Kader Komunitas TB melalui dukungan APBD untuk dua paket pelatihan dengan anggaran Rp. 42.500.000. Per paket dilaksanakan selama 3 hari dengan total kader sebanyak 70 orang.

Sebelum melaksanakan pelatihan tim SSR bersama Wasor TB Dinkes silaturahmi dan kunjungan ke setiap Puskesmas di 3 kecamatan tersebut. Kami menyampaikan program CTCA yang akan dilaksanakan dan meminta nama-nama kader yang akan dilatih. Selain kader-kader posyandu/ puskesmas dilibatkan juga kader dan tokoh masyarakat dari oragnisasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, NU Muslimat, dan Persis Persistri.

Training Kader Komunitas TB dari APBD

Mengelola dana APBD berbeda dengan dana program yang dikelola PR TB ‘Aisyiyah, sebelum menerima uang ada potongan pajak yang harus dibayar dari setiap anggaran (ATK, makan minum, uang duduk, dan fee narasumber) yang sudah ditentukan oleh Pemerintah. Kami terima anggaran, laksanakan pelatihan, dan buat laporan kegiatan. Selanjutnya dipertanggungjawabkan oleh Dinas Kesehatan.

Dua paket pelatihan berjalan lancar, setiap kader diberikan materi pelatihan sesuai dengan modul dari PR TB ‘Aisyiyah serta diberkali tips dan trik dalam melakukan penyluhan kepada masyarakat, menemukan suspek, merujuk ke puskesmas dan mendampinginya sampai sembuh. Kami punya tambahan sumber daya kader sebanyak 70 orang sehingga total dengan kader lama menjadi 142 kader. Harapannya dengan bertambah kader dan kecamatan syiar dakwah kesehatan ‘Aisyiyah melalui program CTCA semakin luas, penemuan kasus TB baru semakin bertambah, angka kesembuhan meningkat, serta kualitas kehidupan pasien TB bertambah baik.

Namun dalam perjalanannya tidak semulus yang dibayangkan, dari 3 kecamatan replikasi ini hanya 2 kecamatan yang berjalan dan kader-kadernya dapat melaksanakan tugas dengan baik, yaitu kecamatan Kadungora dan Banyuresmi, sedangkan kecamatan Bayongbong tidak dapat diharapkan dengan berbagai alasan. Dukungan dana dari APBD pun hanya sebatas untuk pelatihan kader. Tidak ada dana lanjutan untuk monitoring dan evaluasi yang menurut kami itu penting sebagai upaya memelihara keaktifan kader. Apa mau dikata, program harus terus berlanjut. Akhirnya kami mensiasati kader tambahan dari dua kecamatan tersebut dibina dan diikutsertakan ke dalam kegiatan kader dukungan dana Global Fund. Sayang juga sudah dilatih tapi potensinya tidak dioptimalkan. Alhamdulillaah dapat berjalan lancar.

Audiensi Lagi

Pada tanggal 9 Februari 2016 tim SSR bersama Kasie P2P Dinkes silaturahmi lagi ke Wabup Garut, dengan hasil audiensi sebagai berikut:

  1. Penyampaian kegiatan yang dilaksanakan oleh SSR TB Care ‘Aisyiyah Garut
  2. SSR TB Care ‘Aisyiyah Garut berharap pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembinaan kader wilayah Kadungora, Banyuresmi dan Bayongbong pasca pelatihan kader dari anggaran APBD Tahun 2015
  3. SSR TB Care ‘Aisyiyah Garut berharap ada alokasi dari APBD untuk tahun 2016
  4. SSR TB Care ‘Aisyiyah akan melaksanakan TB Day 2016 dan berharap pemerintah kabupaten Garut mendukung kegiatan tersebut.
  5. Bapak Wakil Bupati menanggapi audiensi dengan SSR dan menyarankan agar SSR sering bersilaturahmi dengan Wakil Bupati untuk melaporkan perkembangan program, laporan tidak hanya ke Dinas Kesehatan.
  6. Untuk pengalokasian anggaran pembinaan kader akan diusahakan diajukan di anggaran perubahan
  7. Agar program TB mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah maka Wakil Bupati menyarankan segera dibuatkan SK untuk PPTI dan Gerakan Peduli TB lainnya.
  8. Dimohon untuk mengirimkan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis PPTI ke Wakil Bupati.
Suasana audiensi tim SSR CTCA dan Dinkes Garut dengan Wabup Garut

Sampai program CTCA closing pada Februari 2018 dukungan dana APBD tidak pernah ada lagi. Tapi kader-kadernya tetap kami bina dan melakukan tugas dengan baik sehingga dari triwulan III 2015 sampai closing Februari 2018 kami membina 9 area program. Tetap kami syukuri setidaknya ada dana APBD yang dianggarkan untuk stimulan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan TB di Kabupaten Garut dan ‘Aisyiyah yang dapat kepercayaan untuk mengelolanya. ‘Aisyiyah pun dikenal luas dan luwes dalam penanggulangan TB di Kabupaten Garut.

Sumber:

Document Lesson Learned and Best Practices of TB-HIV Care ‘Aisyiyah.

Penulis: Sakinah Ginna R

Tema Utama: Perluasan Area Program TB Care ‘Aisyiyah Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *