Putus Mata Rantai Penularan TB Melalui Bedah Rumah

Putus Mata Rantai Penularan TB Melalui Bedah Rumah

Bedah Rumah, Program Inisiatif Kolaboratif

Bedah rumah merupakan salah satu program inisiatif kolaboratif antara  SSR Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Garut bersama Yahintara (Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara). Dimulai pada tahun 2015 dalam rangkaian peringatan Hari TB Sedunia dengan bedah rumah pasien TB atas nama Gungun di Kp. Pasir Domas RT 03/ RW 07 Desa Langensari Kecamatan Tarogong Kaler. Disusul pada Ramadhan 2017 dengan proyek “Tiny House for Nurdin” bedah rumah pasien TB atas nama Nurdin di Kp. Al-Ikhlas Kel. Kota Wetan Kecamatan Garut Kota. Akhir tahun 2019 sedang mulai pembangunan Rumah Singgah TB di Kp. Pajagalan Kel. Sukamentri Kecamatan Garut Kota.

Bedah Rumah Pak Gungun, 2015. Small Action, Big Change

Awal Kerjasama TB Care ‘Aisyiyah dengan Yahintara

Kerjasama ini berawal adanya informasi dari Wasor TB bahwa Yahintara dan Klinik Utama Yasyfa rutin mengadakan pelayanan kesehatan gratis dan membangun rumah untuk kaum dhu’afa. Berbekal agenda meeting Civil Society Organization (CSO) kami mengundang Yahintara untuk sharing program. Alhamdulillaah gayung bersambut, mereka bersedia memberi bantuan perbaikan rumah baik gentengisasi sampai bedah rumah untuk pasien TB yang tidak mampu berdasarkan prioritas rumah tidak layak huni dan banyaknya anggota keluarga yang menderita TB. Kesepakatan ini ditandatangani bersama dalam bentuk MoU.

Rumah Sehat,,, Selamat Tinggal TB 

Kuman Mycobacterium Tuberkulosis  penyebab Tuberkulosis (TB) sangat betah dan aktif tumbuh di tempat-tempat lembab. Tidak aneh, bila TB ini dapat menyerang setiap anggota keluarga secara bergantian, sehingga dianggap penyakit turunan. Padahal  tidak diturunkan. TB adalah penyakit menular yang ditularkan melalui percikan dahak pasien TB. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Ansit menunjukkan sebagian besar pasien TB tinggal di rumah dengan pencahayaan yang kurang dan lembab.

Oleh karena itu, Yahintara menggagas ide perbaikan rumah pasien TB menjadi rumah sehat, dimana udara dan sinar matahari dapat masuk dan bersirkulasi baik didalamnya. Memutus mata rantai penularan TB tidak hanya dilakukan dengan mengobati pasien TB sampai sembuh, tapi dengan perbaikan rumahnya, baik dengan pembuatan jendela, gentengisasi, maupun bedah rumah. Tergantung kondisi rumah pasiennya. Kuman TB akan mati di bawah sinar matahari.

Langkah-langkah Bedah Rumah Sehat

Tim SSR dengan Relawan Peduli TB dan kader komunitas TB rutin mengunjungi pasien TB baru sambil memberikan makanan tambahan dukungan LazisMU, mewawancarai pasien serta menilai kondisi kelayakan rumahnya. Lalu dibuat laporannya. Bagi pasien yang rumahnya tidak layak huni akan dibuatkan proposal untuk diajukan ke pihak Yahintara ataupun Dinas Tarkim. Tapi yang merespon baru Yahintara,  sedangkan Dinas Tarkim beralasan program Rutilahu itu sudah ada kuotanya tersendiri. Akhirnya tim SSR dan Yahintara bersepakat untuk bedah rumah dengan dana swadaya.

Kunjungan Rumah dan Pemberian PMT ke Pak Gungun bersama Kader TB Care ‘Aisyiyah Tarogong Kaler, Ibu Ipah Syaripah. Sekaligus meninjau keadaan rumahnya.

Setelah menerima proposal dari tim SSR, tim teknis dari Yahintara akan melakukan survey lapangan untuk memastikan kondisi rumah pasien. Jika sesuai dengan kriteria maka diketuk palu untuk perbaikan rumah.

Kemudian tim SSR dengan Relawan Peduli TB dan kader komunitas berkoordinasi dengan pasien, keluarganya, RT, RW, tokoh masyarakat, aparat Desa/ Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas Kesehatan untuk bermusyawarah memberitahukan bahwa tim SSR dan Yahintara bermaksud memperbaiki rumah pasien X dengan syarat tanahnya milik sendiri, tidak sengketa, dan dalam pembangunannya digalakan gotong royong antar warga tanpa upah untuk menumbuhkan sikap saling peduli. Kami hanya memberikan bantuan berupa desain gambar, pengawasan pengerjaan, bahan dan dukungan lainnya sampai perbaikan rumah selesai. Hasil musyawarah ini dibuat berita acara dan ditandatangani bersama.

Musyawarah bersama Pasien, Keluarga, Toma, Toga, dan Aparatur Desa sebelum Pelaksanaan Bedah Rumah
Meeting Yahintara dengan TB Care ‘Aisyiyah membahas desain Bedah Rumah Sehat

Jika semua pihak sudah sepakat, desain rumah sudah ada, maka akan dimulai pembongkaran rumah. Pada saat peletakan batu pertama biasanya kami mengadakan seremonial potong tumpeng dan doa bersama untuk kelancaran pembangunan. Pengerjaan perbaikan rumah ini memakan waktu sekitar 2 sampai 3 minggu dengan anggaran 15 – 20 juta rupiah hasil swadaya. Semua warga tak terbatas usia ikut serta membantu penyelesaian pembangunan rumah. Hal ini menunjukkan masih adanya gotong royong di daerah tersebut.  Setelah selesai pembangunan rumah akan dilakukan syukuran dan peresmian rumah dengan mengundang Bupati Garut, Dinas Kesehatan, Kecamatan, Desa/ Keluarahan, RT/ RW, tokoh agama/ masyarakat, dan warga sekitar. Selain itu, kami pun memberi bantuan modal agar keluarga tersebut dapat memperbaiki kondisi ekonominya.

Foto-foto proses bedah rumah bersambung ke postingan berikutnya ^^

Sumber:

Document Lesson Learned and Best Practices of TB-HIV Care ‘Aisyiyah.

Penulis: Sakinah Ginna R

Tema Utama: Bedah Rumah Pasien TB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *