The World Class Manager

Belajar menjadi manajer kelas dunia (The World Class Manager)

Senang sekali bisa mendapat ilmu yang selama ini saya cari-cari. Belajar langsung dari Kakak yang sudah mengikuti workshopnya bersama Pak Armala dari Human Plus Institute. Alhamdulillaah…

Menjadi manajer itu gampang, asal tahu ilmunya dan dipersiapkan sebelum kita menduduki posisi sebagai manajer. Sayangnya tidak semua organisasi atau perusahaan menyiapkannya.

Biasanya manajer diangkat karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Memiliki keterampilan teknis yang handal. Bukan karena kemampuan majerialnya.
  • Kesetiaan, kejujuran, dan pengabdian yang lama pada perusahaan.
  • Memiliki hubungan kekerabatan atau pertemanan dengan pimpinan perusahaan.

Awal menjadi manajer Klinik

Februari tahun 2015 saya diangkat menjadi Kepala Klinik Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Untuk menggantikan Kepala Klinik sebelumnya yang berpindah tugas menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas.

Saat itu saya ditawari dan dipilih langsung oleh Pimpinan Pondok karena satu-satunya dokter yang bersedia full timer. Ga ada dokter lain. hehe… Salah satu alumni Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) lulusan Pondok Pesantren Darul Arqam yang sedang mengabdi di Klinik, serta memiliki keterampilan teknis sebagai tenaga medis.  Melalui pertimbangan yang matang dan saran dari orang tua, saya terima tawaran ini. Tanggal 22 Februari dilaksanakan serah terima jabatan.

Jujur saja untuk keterampilan manajerial saya mengandalkan modal pengalaman aktif di beberapa organisasi. Tentunya ini saja tidak cukup. Seharusnya Pondok memberikan pelatihan yang cukup serta menyediakan anggaran untuk pengembangan kompetensi manajer  dan sumber daya manusia di Klinik supaya lebih maju. Sayangnya hal ini belum menjadi fokus perhatian.

Perlunya Mentor/ Coach

Ops… saya tidak boleh mengeluh. Jalani saja, karena sudah diberi otonomi penuh untuk mengembangkan Klinik. Semoga di perjalanan karir ini akan dipertemukan dengan orang-orang hebat yang bisa menjadi mentor dan bisa ikut pelatihan untuk menjadi manajer yang hebat.

Awal bertugas sempet bingung. Lebih banyak mengandalkan kemampuan teknis sebagai dokter dan terjebak dalam pekerjaan rutinitas. Lebih-lebih tidak ada estafet fungsi, peran, tugas, dan tanggung jawab dari Kepala Klinik sebelumnya. Learning by doing saja. Efeknya, ada peningkatan kualitas klinik tapi lambat.

Saya baru benar-benar menikmati peran sebagai manajer di tahun 2018 setelah lepas dari semua tugas di luar Klinik Darul Arqam. Ternyata mempunyai banyak peran di lebih satu pekerjaan membuat kita tidak fokus dan tidak dapat mengembangkan satu pekerjaan itu dengan hebat. Kata peribahasa Sunda mah “Ulah ngarawu ku siku”. Ini menjadi pengalaman berharga untuk saya.

Setelah saya fokus dan menikmati peran menjadi Kepala Klinik Darul Arqam, perkembangan Klinik terlihat melesat dan kapasitas saya banyak bertambah. “Ketika muridnya siap, gurunya datang” begitu kata pepatah.

Alhamdulillaah di tahun ini saya bertemu dengan orang-orang yang dapat dijadikan mentor, menemukan buku pengelolaan klinik yang dapat dijadikan rujukan, mengikuti 3 seminar dan workshop tentang tata kelola klinik, dan di akhir tahun ini bisa belajar peningkatan kapasitas sebagai manajer hebat kelas dunia.

Saya bertekad untuk menjadi manajer yang hebat. Manajer kelas dunia, yang mengerti fungsi dan peran serta bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab secara efektif (tepat) dan efisien (hemat).

Komitmen saya untuk manajer kelas dunia:

  1. Menjadi pembelajar terbaik
  2. Memiliki mentor yang tepat, yaitu tim Klinik Firdaus UMY
  3. Mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan tata kelola klinik, minimal 1 tahun 2 kali
  4. Membaca buku, 1 bulan 1 buku
  5. Mendaftar 30 masalah
  6. Membuat 40 to do list dalam satu bulan
  7. Melakukan 1 hari 1 improvement
  8. Menulis minimal 1 bulan 10 tulisan yang diposting di blog
  9. Aktif belajar komunikasi dengan bahasa Inggris
  10. Evaluasi komitmen ini setiap minggu
  11. Selalu lakukan PDCA (Plan, Do, Check, Action)

Bismillaah, saya bisa…