Layanan Kesehatan TB Terpadu di Klinik Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Awal Klinik Darul Arqam Membuka Layanan TB DOTS

Klinik Darul Arqam Muhammadiyah Garut disingkat dengan Klinik DA adalah salah satu amal usaha kesehatan Klinik Pratama Rawat Jalan Muhammadiyah di Garut yang diselenggarakan dan dikelola oleh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Lokasinya strategis berada di wilayah perkotaan Garut tepatnya di Jl. Ciledug No. 284 RT 01/ RW 02 Desa Ngamplangsari Kecamatan Cilawu 44182. Sejak Maret tahun 2017 Klinik DA telah membuka layanan Poli TB Terpadu dengan strategi DOTS bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Cilawu dengan dukungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, SSR Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, dan LazisMU.

Problematika Layanan TB di Lapangan

Program Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Garut memberi banyak manfaat bagi organisasi dan masyarakat. Namun tak luput dari permasalahan yang dialami oleh kader dalam merujuk pasien ke sebagian layanan kesehatan pemerintah (Puskesmas), seperti pasien hanya bisa dilayani sesuai wilayah kerjanya, penerimaan pemeriksaan dahak dibatasi dan hasilnya lama, pelayanan kurang ramah, adanya retribusi bagi pasien non BPJS, dan lain-lain. Padahal kader komunitas TB telah bersusah payah melacak suspek dari pintu ke pintu dan susahnya membujuk mereka untuk diajak periksa. Hal ini membuat kader kecewa namun pantang menyerah terus berjuang menemukan suspek. Selain itu, banyak pasien TB yang drop out dari Dokter Praktek Swasta dan Klinik karena sudah tidak memiliki biaya untuk meneruskan pengobatan dan baru menemui kader untuk berobat kembali ke Puskesmas atau malah tidak meneruskan pengobatan.

Tahapan Membuka Layanan TB DOTS di Klinik

Kami hadir untuk menjadi solusi. Oleh karena itu, saya selaku Kepala Klinik DA dan juga Koordinator Pelaksana SSR Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Garut berinisiatif membuka layanan Poli TB Terpadu dengan strategi DOTS. Saya berkoordinasi dengan Wasor TB, Kasie Pemberantasan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL), serta Kabid Pencegahan Penyakit (P2) Dinkes Garut supaya diijinkan membuka layanan ini di Klinik DA. Dinkes mengijinkan, saya diminta untuk koordinasi rutin serta memberikan laporan pencatatan suspek dan pasien TB ke UPTD Puskesmas Cilawu karena Klinik DA berada di wilayah kerja Puskesmas Cilawu. Untuk obat TB FDC (Fix Dose Combination) serta alat dan bahan pemeriksaan laboratorium TB dan HIV dititipkan ke Puskesmas Cilawu dengan sebelumnya mengajukan surat permohonan. Saya juga berkoordinasi dengan pihak Laboratorium Klinik (satu atap tapi sistemnya kerjasama dengan pihak ketiga) supaya mau ikut mendukung program ini.  LazisMu juga diajak kerjasama untuk mendukung biaya obat tambahan selain obat TB dan pemberian makanan tambahan. Biaya tansport, pemeriksaan penunjang suspek yang tidak mampu, dan pelatihan Pengawas Menelan Obat (PMO) sudah ditanggung oleh program TB-HIV Care ‘Aisyiyah.

Layanan Kesehatan TB Terpadu Klinik Darul Arqam

Alhamdulillah semua pihak mau mendukung. Bahagia sekali… saya pun mengumumkan berita baik ini pada kader. Mulai Maret 2017 para kader dari kecamatan mana saja yang dekat dengan Klinik DA sudah bisa merujuk suspek ke Klinik DA tanpa dipungut biaya, sehingga saya menyebutnya Layanan Kesehatan TB Terpadu. Mengapa? Karena melibatkan berbagai unsur, yaitu;

  1. Kader komunitas yang sudah dilatih untuk sosialisasi penanggulangan TB, menemukan suspek, merujuk ke Puskesmas/ Klinik dan mendampinginya sampai sembuh.
  2. Klinik DA sebagai pemberi pelayanan kesehatan TB DOTS yang bermutu.
  3. LazisMu sebagai mitra pendukung pelayanan kesehatan TB DOTS dan pemberian makanan tambahan.
  4. Progran TB-HIV Care ‘Aisyiyah dukungan The Global Fund sebagai donor utama dalam pemberdayaan kader komunitas dan pendampingan pasien TB.

Layanan Kesehatan TB terpadu ini dapat melayani pasien sepanjang jam buka klinik, mulai Senin-Ahad, jam 08.00-18.30. Jumat dan tanggal merah tutup. Banyak suspek yang telah diperiksakan dahaknya, diobati, dan didampingi sampai sembuh. Sejak Maret 2017 – Mei 2018 jumlah suspek yang diperiksa 213 orang, jumlah kontak serumah yang diperiksa 28 orang, jumlah pasien TB yang diobati 31 orang (20 orang TB dewasa, 11 orang TB anak), jumlah pasien anak yang diberi pencegahan INH 3 orang, jumlah pasien TB dewasa yang diperiksa HIV 15 orang, jumlah pasien sembuh 21 orang (6 orang sembuh, 15 orang pengobatan lengkap), jumlah pasien meninggal 2 orang, jumlah pasien pindah berobat 1 orang, jumlah pasien drop out PP INH 1 orang, dan jumlah pasien yang masih dalam pengobatan 9 orang.

Senang sekali dapat berbagi dan melayani pasien TB terutama yang dhu’afa, mereka sangat terbantu. Beban penyakitnya telah berkurang dan mereka mengaku puas dengan pelayanan yang telah kami berikan. Walaupun telah dilayani tanpa biaya sepeser pun tapi masih saja ada yang kurang patuh dalam berobat sehingga saya selalu bekerja sama dengan kader dan relawan untuk melakukan kunjungan rumah, memantau kondisi kesehatannya, mendengarkan keluhannya sambil membawa makanan tambahan dari LazisMu. Alhamdulillaah mereka kembali berobat dengan patuh. Ada 1 orang pasien anak yang diberi pencegahan INH drop out karena ibunya meninggal. Sudah kami kunjungi ke rumahnya tapi rupanya keluarga kurang mendukung.

Di tahun 2018, sejak Program TB-HIV Care ‘Aisyiyah Garut close out semangat kader untuk melacak, menemukan, dan merujuk suspek menurun, mungkin mereka mau istirahat dulu atau kurang amunisi karena biasanya ada reward tapi sekarang tidak ada. Hal ini menjadi PR kami untuk kembali mengaktifkan kader komunitas TB dan mencari dukungan dana dari pihak lain. Untuk layanan kesehatan TB terpadu di klinik tetap berjalan dengan dukungan LazisMu dan donatur lainnya.

Apakah dengan membuka pelayanan ini klinik jadi rugi?

Alhamdulillaah tidak sama sekali, bahkan lebih menguntungkan dan klinik pun mendapat hibah yang nilainya berkali-kali lipat. Itulah hebatnya bisnis dengan Allah SWT. Janji Allah SWT itu benar. Saya jadi teringat sambutan dan  arahan dari ketua PWA Jabar saat rapat koordinasi Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah se Jawa Barat, beliau mengutip QS. Ash-Shaff ayat 10 – 12:

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

In syaa Allah Layanan Kesehatan TB terpadu ini akan menjadi salah satu layanan unggulan di Klinik DA dan akan tetap dijalankan tanpa pungutan biaya untuk meringankan beban masyarakat terutama kaum dhu’afa. TOSS TB “Temukan Obati Sampai Sembuh penyakit TB”. Bersama kita bisa. Ayo jalin kemitraan sebanyak-banyaknya untuk mendukung program ini.

Klinik Darul Arqam dan macam pelayanannya.
Pasien yang sedang diperiksa adalah pasien TB dewasa
Pasien TB anak yang sudah selesai peg obatan 6 bulan, alhamdulillaah sembuh
Sumber:

Document Lesson Learned and Best Practices of TB-HIV Care ‘Aisyiyah.

Penulis: Sakinah Ginna R

Tema Utama: Penguatan Program TB di  Amal Usaha Kesehatan